Sabtu, 10 September 2011

Akuntansi Manajemen

akutansi: ini blog untuk membantu bloger untuk mempelajari i...: kunjungi aja situs ini: www.akutansi.com

MAKALAH PENILAIAN INVESTASI DALAM CAPITAL BUDGETING DENGAN MENGGUNAKAN METODE PRESENT VALUE

DISUSUN OLEH


L

I

N

D

A

W

A

T

I

UNIVERSITAS PRIMA INDONESIA

2011

KATA PENGANTAR

Dengan Rahmat Allah SWT, dan didorong oleh keinginan yang luhur, Alhamdulillah penulis telah dapat menyelesaikan penulisan makalah ini yang berjudul Penilaian Investasi dalam Capital Budgeting dengan Menggunakan Metode Mresent Value, yang diberikan oleh Ibu Yani Suryani selaku Dosen Akuntansi Manajemen di Fakultas Ekonomi Universitas Prima Indonesia. Tujuan penulis membuat “Makalah Penilaian Investasi dalam Capital Budgeting dengan Menggunakan Metode Mresent Value ini, selain untuk pemenuhan tugas juga untuk mengetahui “Bagaimana Penilaian Investasi dalam Capital Budgeting dengan Menggunakan Metode Mresent Value”. Penulis ingin menyampaikan terima kasih yang sedalam-dalamnya dan setulusnya kepada:

1. Ibu Yani Suryani selaku Dosen Akuntansi Manajemen

2. Seluruh pihak yang telah membantu proses penyelesaian makalah ini.

Penulis berharap agar makalah ini dapat bermanfaat dan memberikan sesuatu yang bernilai bagi pembacanya dan penulis sendiri. Penulis juga berharap agar Ibu Yani Suryani selaku Dosen Akuntansi Manajemen dapat memberikan sebuah kritik dan saran yang membangun agar dapat menjadi lebih baik lagi atas pembuatan makalah ini. Terima kasih.

Penulis,

Kelompok 3

DAFTAR ISI

Kata Pengantar…………………………………………………….……………………. i

I. Pendahuluan………………………………………………………………… 1

1.1 Latar Belakang Masalah…………………………….……………………. 1

1.2 Perumusan Masalah………………………………………………………. 2

1.3 Tujuan dan Kegunaan Makalah…………………………………………... 3

II. Pembahasan………………………………………………………………….

2.1 Pengertian Capital Budgeting……………………………………………..

2.2 Keputusan Penganggaran Modal yang Khas………………………………

2.3 Tujuan Capital Budgeting…………………………………………………

2.4 Penggunaan Metode Present Value……………………………………….

III. Kesimpulan dan Saran………………………………………………………

3.1 Kesimpulan………………………………………………………………..

3.2 Saran………………………………………………………………………

Daftar Pustaka……………………………………………………………………………

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Di dalam mengembangkan suatu system informasi perlu dipertimbangkan investasi yang dikeluarkan sebab menyangkut kepada dana perusahaan. Jika manfaat yang diharapkan lebih kecil dari sumber-sumber daya yang dikeluarkan, maka system informasi ini dikatakan tidak bernilai atau tidak layak. Untuk itu perlu dilakukan penganggaran modal (capital budgeting). Istilah penganggaran modal (capital budgeting) digunakan untuk melukiskan tindakan perencanaan dan pembelanjaan pengeluaran modal, seperti untuk pembelian ekuipment baru, untuk memperkenalkan produk baru, dan untuk memodernisasi fasilitas pabrik. Dengan demikian, keputusan penganggaran modal merupakan suatu factor penting dalam rentabilitas jangka panjang sutu perusahaan. Hal ini benar terutama dalam situasi suatu perusahaan hanya mempunyai dana yang terbatas untuk investasi, tetapi mempunyai kesempatan untuk memilih investasi yang hamper tidak terbatas yang akan mengahasilkan keuntungan terbesar. Prose pemilihan ini dipersulit oleh kenyataan bahwa sebagian besar kesempatan investasi itu bersifat jangka panjang, dan masa depan itu seringkali merupakan masa yang ssangat panjang dan sulit untuk meramalkan masa depan tersebut.

Untuk membuat keputusan investasi secara bijak, manajer memerlukan alat yang tersedia baginya yang akan membimbing mereka dalam membandingkan keuntungan relative dan kerugian relative berbagai alternative investasi, salah satunya dengan menggunakan metode “Net Present Value”.

Dalam pengambilan keputusan investasi, opportunity cost memegang peranan yang penting. Opportunity cost merupakan pendapatan atau penghematan biaya yang dikorbankan sebagai akibat dipilihnya alternatif tertentu. Misalnya dalam penggantian mesin lama dengan mesin baru, harga jual mesin lama harus diperhitungkan dalam mempertimbangkan investasi pada mesin baru.

Dalam prinsip akuntansi yang lazim, biaya bunga modal sendiri tidak boleh diperhitungkan sebagai biaya. Dalam pengambilan keputusan investasi, biaya modal sendiri justru harus diperhitungkan.

Analisis biaya dalam keputusan investasi lebih dititikberatkan pada aliran kas, karena saat penelimaan kas dalam investasi memilki nilai waktu uang. Satu rupiah yang diterima sekarang lebih berharga dibandingkan dengan satu rupiah yang diterima di masa yang akan datang. Oleh karena itu, meskipun untuk perhitungan laba perusahaan, biaya diperhitungkan berdasarkan asas akrual, namun dalam perhitungan pemilihan investasi yang memperhitungkan nilai waktu uang, biaya yang diperhitungkan adalah biaya tunai.

Karena keputusan investasi didasarkan pada aliran kas, maka pajak atas laba merupakan unsur informasi penting yang ikut dipertimbangkan dalam perhitungan aliran kas untuk pengambilan keputusan investasi. Jika suatau usulan investasi diperkirakan akan mengakibatkan penghematan biaya atau tambahan pendapatan, maka disisi lain akan mengakibatkan timbulnya laba diferensial, yang akan menyebabkan tambahan pajak penghasilan yang akan dibayar oleh perusahaan. Oleh karena itu dalam memperhitungkan aliran kas keluar dari investasi, perlu diperhitungkan pula tambahan atau pengurangan pajak yang harus dibayar akibat adanya penghematan biaya atau penambahan pendapatan tersebut dan sebaliknya.

Dalam pemilihan usulan investasi, manajemen memerlukan informasi akuntansi sebagai salah satu dasar penting untuk menentukan pilihan investasi. Informasi akuntansi dimasukkan dalam suatu model pengambilan keputusan yang berupa kriteria penilaian investasi untuk memungkinkan manajemen memilih investasi terbaik di antara alternatif investasi yang tersedia.

Ada beberapa metode untuk menilai perlu tidaknya suatu investasi atau untuk memilih berbagai macam alternatif investasi.

Ø Pay back method

Ø Average return on investment

Ø Present value

Ø Discounted cash flow (Internal Rate of Return)

Ø Modified Internal Rate of Return (MIRR)

Ø Profitability Index (PI)

Namun penulis hanya menggunakan satu metode saja yaitu metode present value dan apa pengaruhnya dalam penganggaran modal tersebut.

Karena pertimbangan-pertimbangan tersebut, penulis tertarik untuk mengkaji lebih jauh bagaimana pengaruh metode present value pada capital budgeting pada suatu perusahaan.

1.2 Perumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka dapat dirumuskan suatu masalah yang menarik untuk dibuat, yaitu:

“Bagaimana penilaian investasi dalam capital budgeting dengan menggunakan metode present value?”.

1.3 Tujuan Pembuatan dan Kegunaan Pembuatan Makalah

Adapun tujuan pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut:

a) Untuk mengetahui “Bagaimana penilaian investasi dalam capital budgeting dengan menggunakan metode present value ?“.

b) Untuk menambah wawasan dalam hal capital budgeting.

c) Untuk pemenuhan tugas akuntansi manajemen.

1.4 Manfaat Pembuatan Makalah

1) Praktis

Bagi Akuntansi Manajemen

Menentukan dapat diterima tidaknya suatu proyek investasi, dengan menggunakan metode “ Net Present Value” yang hanya menyangkut satu proyek tunggal.

Menghitung aliran kas masuk dan kas keluar sehubungan dengan suatu proyek investasi dan menjelaskan bagaimana aliran ini akan digunakan dalam suatu analisis nilai sekarang.

2) Akademik

a) Bagi Ilmu Pengetahuan

Hasil dari pembuatan makalah ini diharapkan dapat menambah wawasan dalam ilmu ekonomi khususnya mata kuliah akuntansi manajemen.

b) Bagi Mahasiswa

Penulisan ini diharapkan dapat menjadi referensi topic makalah akuntansi manajemen untuk mahasiswa ekonomi dan sebagai syarat pemenuhan tugas manajemen pemasaran.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Penganggaran Modal (Capital Budgeting)

Menurut Ray H. Garrison bahwa “Penganggaran modal merupakan suatu konsep investasi, sebab penggaran modal melibatkan suatu pengikatan (penanaman) dana dimasa sekarang dengan harapan mempeoleh keuntungan yang dikehendaki dimasa mendatang”. Ketika mengatakan investasi, orang cenderung menganggap suatu pengikatan dana kedalam saham dan obligasi perusahaan. Bagaimanapun juga, pengikatan dana kedalam saham dan obligasi perusahaan hanya merupakan salah satu tipe investasi. Pengikatan dana oleh suatu perusahaan kedalam persediaan, ekuipment, dan manfaat yang bersangkutan juga merupakan suatu investasi dalam hal bahwa pengikatan dana dilakukan dengan harapan memperoleh keuntungan dimasa mendatang dari dana yang ditanam tersebut.

Penganggaran modal disebut juga sebagai investasi jangka panjang untuk memperoleh keuntungan dimasa mendatang, atau pengeluaran modal saat ini untuk memperoleh keuntungan masa mendatang dalam jangka panjang. Karena masa mendatang jangka panjang itu penuh ketidakpastian, maka ia penuh risiko. Jadi penganggaran modal adalah investasi yang berisiko tinggi. Investasi dapat dikategorikan menjadi dua yaitu investasi SDM dan investasi harta material. Investasi SDM bentuknya adalah meningkatkan keterampilan dan pengetahuan SDM agar mampu bekerja lebih efektif, efisien, dan produktif. Sedangkan investasi harta material bentuknya adalah alat kerja dan modal kerja. Investasi SDM hasilnya sulit diprediksi, karena manusia memiliki tiga factor utama yang sulit diprediksi yaitu pikiran, perasaan, dan kepentingan. Pikiran masih bias diukur dengan intelligency quotient (IQ), namun perasaan dan kepentingan relative sulit diukur. Oleh sebab itu, investasi SDM tidak dapat diprediksi benefitnya dimasa mendatang.

Investasi adalah pengeluaran uang pada saat sekarang dengan perhitungan untuk memperoleh arus dana (kas) masuk bersih dimassa mendatang. Itu berarti bahwa arus dana atau arus kas masuk bersih dimasa mendatang adalah sesuatu hal yang belum pasti. Karena sesuatu hal yang belum pasti, maka investassi mengandung risiko yang besar, artinya berhasilnya suatu investasi tidak dapat dipastikan.

Investasi dapat diartikan pengeluaran saat ini di mana hasil yang diharapkan dari pengeluaran itu baru diterima lebih dari satu tahun mendatang. Artinya pengeluaran saat ini adalah sesuatu yang pasti, sedangkan hasil yang akan diterima di tahun-tahun mendatang adalah sesuatu yang belum pasti. Ketidakpastian hasil yang akan diterima di masa mendatang itu disebabkan oleh beberapa factor antara lain factor ketidakmampuan manajeemen melaksanakan proyek investasi, factor perubahan kondisi ekonomi,social, politik dan lain-lain.

Investasi merupakan suatu pengeluaran modal untuk sesuatu harta yang digunakan untuk memperoleh penghasilan atau pendapatan. Itu berarti bahwa pengorbanan nilai uang (modal) sekarang harus diperhitungkan dengan waktu. Masalah yang penting dalam investasi hakikatnya adalah nilai uang dengan waktu atau time value of money.

Yang paling penting dalam investasi adalah kesanggupan pengeluaran moadal saat ini untuk memperoleh manfaat atau benefit di waktu mendatang. Tersedianya modal saat ini menentukan pelaksanaan sesuatu proyek investasi. Oleh sebab itu, para investor sebelum merancang proyek investasi harus dipikirkan dahulu sumber pembiayaan proyek terrsebut. Jika sumber pembiayaan sesuatu proyek sulit diperoleh, atau dana pengeluaran modal tidak tersedia, maka sesuatu proyek investasi yang dirancang hanya merupakan impian belaka.

Dari definisi-definisi di atas, maka dapat digambarkan bahwa investasi mempunyai harapan akan mencapai suatu keuntungan atau hasil dimasa akan datang. Untuk menginvestasikan dana perusahaan, manajer keuangan harus dapat merencanakan alternative-alternatif investasi yang perlu dilakukan agar risiko di dalam investassi dapat diperkecil. Hakikatnya manajer keuangan harus mampu mengestimasikan hasil di masa mendatang secara wajar dan rasional dan mampu memperkecil risiko. Karena sifatnya estimasi hasil dimasaa mendatang, maka factor ketidakpastian adalah menjadi topic utama dalam proses estimasi tersebut. Risk dan return analysis dalam kondisi ketidakpastian merupakan unsure pokok dalam menentukan kelayakan suatu program investasi.

Pada umumnya manajer keuangan akan menginvestasikan kekayaan atau dananya jika terdapat kepastian dalam memperoleh hasil dari investasi yang dilakukan. Investasi yang dilakukan dimasa mendatang diharapkan lebih besar dari investasi tahun lalu, atau dengan kata lain bahwa pendapatan dari kekayaan yang ditanam memperoleh nilai lebih tinggi dari pada tingkat bunga modal.

Penggunaan modal menjadi dapat digolongkan menjadi dua, yaitu investasi dalam aktiva lancer dan investasi dalam aktiva tetap. Penggolongan dari kedua investasi pada dasarnya mengharapkan dana yang maksimum. Investasi aktiva lancar pengembaliannya akan diterima perusahaan dalam waktu dekat, umumnya paling lambat satu tahun mendatang dan pengembaliannya sekaligus dalam satu kali periode pengembalian. Investasi ini dapat dirinci lebih lanjut ke dalam investasi persediaan, piutang kas, surat berharga, dan efek-efek.investasi ini dapat disebut juga dengan Marketable Securyties. Perusahaan menginvestasikan dananya marketable securities karena adanya kelebihan uang kas (idle cash) dan tujuan perusahaan menginvestasikan dananya dengan harhapan menjaga efisien penggunaaan dari dana-dana yang dimiliki oleh perusahaan.

Investasi aktiva tetap pengembaliannya akan diterrima secara keseluruhan dalam waktu beberapa tahun, secara berrangsur-angsur melalui penyusutan (depresiasi). Investasi ini juga dirinci lebih lanjut ke dalam investasi berupa mesin-mesin, kendaraan, bangunan, pabrik, dan perumahan. Di dalam pengelolaan dana dalam aktiva tersebut sama-sama mengharapkan pengembalian dana dari investasi yang ditanamkan. Namun, ada perbedaan hanya dalam waktu dan cara perputaran dana yang ditanamkan dalam aktiva tersebut.

Kebijaksanaan investasi adalah masalah bagaimana manejer dapat mengalokasikan dana-dananya di dalam berbagai bentuk investasi untuk memperroleh keuntungan di masa yang akan dating. Kebijaksanaan ini merupakan hasil keputusan yang harus didasarkan pada benefit cost ratio. Oleh sebab itu, sebelum membuat keputusan investasi, manajemen harus membuat suatu perencanaan yang komprehensif. Kemudian menyusun procedure pelaksanaan investasi dan mengadakan pengawasan.

Dalam perencanaan investasi dilakukan analisis manfaat dari dana-dana yang ditanamkan oleh perusahaan serta kemampuan perusahaan untuk melaksanakan dana-dana yang telah dikeluarkan dengan sebaik-baiknya. Apabila dana yang telah dikeluarkan itu kurang bermanfaat atau tidak sebanding dengan biaya, waktu dan usaha yang telah dilakukan, maka perlu dipertimbangkan mengenai rencana dari investasi tersebut. Setelah disusun rencana rencana investasi kenudian dilaksanakan. Dana-dana yang diinvestasikan harus dikelola, setiap pengeluaran dana harus mendapat benefit (keuntungan). Proses pelaksanaan investasi tersebut harus dikendalikan (diawasi). Dalam pengawasan investassi perusahaan harus berusaha menjaga aktiva-aktiva, tenaga kerja, bahan-bahan dan biaya yang dilakukan untuk melakukan investasi diupayakan semuanya dikelola secara efisien. Pengawasan investasi dapat dirinci lebih lanjut ke dalam laporan investasi dan selanjutnya dievaluasi. Hal ini dapat diuraikan sebagai berikut :

1) Laporan Investasi

Dalam laporan investasi dana-dana yang akan ditanamkan dalam investasi pada umumnya diuji atau diseleksi dengan menggunakan tolak ukur yang telah dietapkan dalam kebijaksanaan perusahaan sesuai dengan anggaran yang ada seperti mengukur tingkat pemulihan yang diperkirakan dengan jangka waktu pengambilan modal nilai netto dari dana yang ditanamkan.

2) Evaluasi atas Laporan Investasi

Pada saat dilakukan yang lebih cerrmat, baik mengenai dana yang perrlu dikeluarkan untuk proyek investasi tersebut maupun arus dana yang diperkirakan akan masuk kedalam kas perusahaan dimasa yang akan dating.

Apabila proyek-proyek tersebut berkaitan satu sama lainnya sehingga sehingga ada ketergantungan antara proyek tersebut dikelompokkan ke dalam proyek yang lebih besar, sebaliknya apabila proyek-proyek tersebut berdiri sendiri (mutully exclusive) dari yang lainnya dan kurang menguntungkan maka perusahaan dapat menolak.

Laporan investasi dan evaluasi atas laporan investasi dalam rangka mencari suatu ukuran menyeluruh tentang baik atau tidaknya suatu kebijaksanaan investasi proyek dapat dilihat dari perbandingan keadaan keuangan perusahaan. Latar belakang penilaian atas laporan investassi ini adalah untuk mengetahui apakah investasi yang telah dilaksanakan untuk beberapa tahun memperoleh manfaat untuk melanjutkan investasi atau menghentikannya sama sekali.

Ketiga bagian kebijaksanaan investasi sebagaimana disebutkan dalam pengertian di atas merupakan suatu siklus, yang artinya setiap kegiatan investasi ini merupakan suatu rangkaian kegiatan investasi yang dikelola oleh perrusahaan di dalam menanamkan dananya dalam berbagai bentuk investasi oleh perusahaan.

2.2 Keputusan Penganggaran Modal yang Khas

Capital budgeting pada dasarnya adalah kewajiban yang menyangkut pengeluaran dana sekarang untuk dipakai memperoleh hasil dimasa yang akan dating. Keputusan capital budgeting merupakan factor kunci di dalam profitability jangka panjang. Keputusan capital budgeting cenderung terbagi ked lam dua kategori, yaitu:

1) Keputusan Penyaringan (screening decision)

Keputusan penyaringan adalah keputusan yang menyangkut apakah suatu proyek yang diusulkan memenuhi beberapa standar akseptasi yang ditentukan sebelumnya ataukah tidak. Contohnya, suatu perusahaan mempunyai suatu kebijaksanaan menerima (menyetujui) proyek penurunan biaya jika proyek itu menjanjikan suatu keuntungan, katakanlah sebesar 20% sebelum pajak.

2) Keputusan Preferensi (preference decision)

Keputusan prefferensi (pemilihan) adalah keputusan yang menyangkut penyeleksian cara bertindak diantara berbagai cara bertindak bersaing. Contoh, suatu perusahaan mempertimbangkan lima mesin berbedda untuk mengganti sebuah mesin yang sudah ada di lini perakitan. Pemilihan salah satu mesin dari lima mesin yang akan dibeli merupakan suatu keputusan preferensi.

2.3 Tujuan Capital Budgeting

  1. Keputusan penganggaran modal akan berpengaruh pada jangka waktu yang lama sehingga perusahaan kehilangan fleksibilitasnya.
  2. Penganggaran modal yang efektif akan menaikkan ketepatan waktu dan kualitas dari penambahan aktiva.

2.4 Penggunaan Metode Present Value dalam Capital Budgeting

Dengan adanya kelemahan payback period yang tidak memperrhatikan baik proceeds sesudah tercapainya payback period, maupun time value of money, maka dipakai metode ‘Net Present value”. NPV adalah selisih uang yang diterima dan uang yang dikeluarkan dengan memperhatikan time value of money. Gunakan rumus time value of money yang present value untuk mengetahui nilai uang saat ini. Oleh karena itu, uang tersebut akan diterima di masa depan. Kita harus mengetahui berapa nilainya jika kita terima sekarang. Jika selisihnya positif maka bisnis tersebut diterima. Jika negative, bisnis tersebut tidak layak. Jika 0, bisnis tetap dijalankan jika bisnis tersebut digunakan untuk kepentingan public. NPV semakin besar semakin layak. Untuk independent projects pilih yang positif. Untuk mutually eksklusif pilih yang positifnya paling besar.

Teknik net present value (NPV) merupakan teknik yang didasarkan pada arus kas yang didiskontokan. Ini merupakan ukuran dari laba dalam bentuk rupiah yang diperoleh dari suatu investasi dalam bentuk nilai sekarang. NPV dari suatu proyek ditentukan dengan menghitung nilai sekarang dari arus kas yang diperoleh dari operasi dengan menggunakan tingkat keuntungan yang dikehendaki dan kemudian menguranginya dengan pengeluaran kas neto awal.

NPV = present value dari arus kas operasi – pengeluaran kas neto awal

At Io = nilai investasi atau outlays

NPV = -Io + ∑ -------------- At = aliran kas neto pada periode t

( 1 + r ) t r = diacount rate

t = umur proyek.

Jikalau NPV dari suatu proyek positif, hal ini berarti bahwa proyek tersebut diharapkan akan menaikkan nilai perusahaan sebesar jumlah positif dari NPV yang dihitung dari investasi tersebut dan juga bahwa investasi tersebut diharapkan akan menghasilkan tingkat keuntungan yang lebih tinggi daripada tingkat keuntungan yang dikehendaki.

2) Nilai proyek investasi Rp 1.000, dibiayai dengan modal sendiri 20%, sisanya dibiayai oleh utang. Umur proyek 5 tahun. Biaya modal sendiri (ks) 24%, biaya utang (kb) 20%, pajak perseroan 50%. Alokasi dana proyek untuk modal kerja Rp 300 dan untuk harta tetap Rp 700 dengan model penyusutan sum of year digit method nilai sisa akhir umur proyek ditaksir Rp 150. Estimasi pendapatan dan biaya operasi proyek tunai sebagai berikut:

Tahun

Pendapatan (Rp)

Biaya Operasi Tunai (Rp)

1

1.200

800

2

1.400

950

3

1.250

1.100

4

1.400

1.100

5

1.200

900

Keterangan: modal kerja pada akhir umur proyek ditemukan kembali; nilai sisa harta tetap diperhitungkan sebagai arus kas masuk; bunga dan angsuran pinjaman dibayar secara annuitas.

Diminta menghitung Net Present value.

Jawab :

Solusi Proyek Investasi PT ABC

Langkah Pertama

Menghitung Penyusutan Harta Tetap

1) Model penyusutan “Sum of Year Digit Method”

2) Nilai harta tetap Rp 700, nilai sisa 150, disusut Rp 550

3) Jumlah angka tahun 1+2+3+4+5 = 15

4) Besarnya penyusutan tiap tahun:

a) 5/15 X (700-150) = 183

b) 4/15 X (700-150) = 147

c) 3/15 X (700-150) = 110

d) 2/15 X (700-150) = 73

e) 1/15 X (700-150) = 37

Langkah kedua

Menghitung Beban Bunga Pinjaman Annuitas

Tahun

Pinjaman (Rp)

Annuitas (Rp)

Bunga 20%

Angsuran (Rp)

1

800

268

160

108

2

692

268

138

130

3

562

268

112

156

4

406

268

81

187

5

219

268

49*

219

Jumlah

1.340

540

800

*pembulatan pembayaran bunga

Langkah Ketiga

Proyeksi Net Cash Inflow

Keterangan

Thn 1

Thn 2

Thn 3

Thn 4

Thn 5

Pendapatan

1,200

1,400

1,250

1,400

1,200

Biaya operasi per kas

800

950

1,100

1,100

900

EBDIT

400

450

150

300

300

Depresiasi (SOYDM)

183

147

110

73

37

EBIT

217

303

40

227

263

Bunga

160

138

112

81

49

EBT

57

165

-72

146

214

Tax 40%

23

66

29

58

86

EAT

34

99

-101

88

128

Net cash Inflow

313

329

209

209

195

Nilai sisa

150

Modal kerja

300

Total NCI

313

329

134

209

645

NCI (Net Cash Inflow) = EBIT(1-T)+Depreciation = 217 (1-0,4)+183 = 313

Ket :

EDBIT : earning before depreciation, interest and tax

T : tax

EBIT : earning before interest and tax

EAT : earning after tax

Langkah Keempat

Perhitungan biaya modal rata-rata tertimbang

WACOC (k) = kb(1 – T) (B/V) + ks(B/V)

WACOC = 0,20(1-0,4)(0,8) + 0,24(0,2) = 0,144 atau 14,40%

DR = discount rate adalah besarnya biaya modal rata-rata tertimbang (WACOC)

Langkah Kelima

Perhitungan net present value (NPV)

Tahun

Net Cash Inflow

Discount Factor (DR 14,40%)*

Present Value (PV)

1

313

0.874

273.562

2

329

0.764

251.356

3

134

0.668

89.512

4

209

0.584

122.056

5

645

0.510

328.95

Total present Value

1065.436

Total investment value

1,000

Net present value (NPV)

65

*Gunakan Tabel NSFB r,n= 1/(1+r)n

Kesimpulan:

1) Proyek investasi tersebut layak dikerjakan karena NPV positif sebesar Rp 65.

2) Jika Npv negative, maka proyek investasi harus ditolak.


BAB III

KESIMPULAN DAN SARAN

Seperti yang telah dipaparkan pada bagian bab I bahwa permasalahan “Bagaimana penilaian investasi dalam capital budgeting dengan menggunakan metode present value ?“.

3.1 Kesimpulan

Berdasarkan isi makalah ini maka penulis menyimpulkan bahwa capital budgeting mempunyai arti yang sangat penting bagi perrusahaan karena:

1) Dana yang dikeluarkan akan terkait untuk jangka waktu yang panjang ini berarti harus menunggu selama waktu yang panjang atau lama sampai keseluruhan dana yang tertanam dapat diperoleh kembali oleh perrusahaan. Ini akan berrpengaruh bagi penyediaan dana untuk keperrluan lain

2) Investasi dalam aktiva tetap menyangkut harapan terhadaphasil penjualan diwaktu yang akan dating. Kesalahan dalam mengadakan “forecasting” akan dapat mengakibatkan adanya “over” atau “under-investment” dalam aktiva tetap. Apabila investasi dalam aktiva tetap terlalu besar melebihi dari pada yang diperlukan akan memberikan beban tetap yang besar bagi perusahaan. Sebaliknya kalau jumlah investasi dalam aktiva tetap terlalu kecil akan dapat mengakibatkan kekurangan peralatan yang menakibatkan perusahaan bekerja dengan harga pokok yang tinggi sehingga mengurangi daya persaingannya atau kemungkinan lain ialah kehilangan sebagian dari pasar bagi produknya

3) Pengeluaran dana untuk keperluan tersebut biasanya meliputi jumlah yang besar. Jumlah dana yang besar itu mungkin tidak dapat diperolehsekaligus. Berhubungan dengan itu, maka sebelumnya harus dibuat rencana yang hati-hati dan teliti

4) Kesalahan dalam pengambilan keputusan mengenai pengeluaran modal tersebut akan mempunyai akibat yang panjang dan berat. Kesalahan dalam pengambilan keputusan dibidang ini tidak dapat diperbaiki tanpa adanya kerugian.

Dan sebagaimana dinyatakan sebelumnya, karakteristik lain investasi bisnis adalah bahwa keuntungan yang dijanjikan oleh investasi tersebut kemungkinan meluas di atas periode waktu yang hampir panjang. Oleh sebab itu, dalam mempertimbangkan keputusan penganggaran modal, perlu menggunakan tehnik yang mengakui nilai waktu uang. Setiap pimpinan perusahaan akan lebih senang menerima satu dollar hari ini daripada satu tahun kemdian. Konsep yang sama berlaku juga dalam memilih antara proyek investasi. Proyek investasi yang menjanjikan keuntungan lebih awal merupakan proyek investasi yang lebih disenangi dibanding proyek investasi yang menjanjikan keuntungan lebih belakangan.

3.2 Saran

Dengan adanya metode present value ini maka manajer dapat mengambil sebuah keputusan dalam berinvestasi akan jauh lebih efektif dan efisien di dalam capital budgeting. Apabila NPV positif maka manajer dapat langsung mengambil keputusan untuk mengerjakan sebuah proyek investasi dan apabila NPV negative maka manajer akan menolak tawaran untuk mengerjakan suatu proyek investasi tersebut. Ketelitian,kecermatan serta kewaspadaan perlu dilakukan dalam mengambil sebuah kepusan yang relevan. Sehingga perusahaan dapat meraih keuntungan yang maksimal. Untuk itu manajer perlu menggunakan metode present value tersebut agar perusahaan dapat meraih keuntungan yang maksimal pada saat sekarang dibandingkan harus menunggu untuk di masa yang akan datang.

DAFTAR PUSTAKA

Garrison, Ray H. 1982. Akuntansi Manajemen (Manajerial Accounting). Brigham Young University : Institute of Professional Accontancy.

Prawironegoro, Darsoono dan Ari Purwanti. 2008. Akuntansi Manajemen. Jakarta : Mitra Wacana Media.

www.google.com

www.yahoo.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar